Salam

Dengan Bismillah pembuka kata
Merangkai syair di malam buta
Membiarkan hati berkata-kata
Melepaskan perasaan mana terasa

20 Februari 2008

Hadapi Hidup Ini Apa Adanya


Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan anda adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, isteri, kawan, sahabat, tempat tinggal atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak anda sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Anda mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan setelah itu. Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka.

Maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan jangan pernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapi hidup ini apa adanya. Kendalikan jiwa anda untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada anda dan semua perkara sempurna di mata anda. Sebab ketulusan dan kesempurnaan itu cirri dan sifat kehidupan dunia.
Aidh Al Qarni dalam La Tahzan (Jangan bersedih)

19 Februari 2008

Kupu - Kupu



Seorang lelaki menemukan kepompong kupu-kupu. Suatu hari, sebuah pembukaan kecil kelihatan. Lelaki ini duduk dan mengamati kupu-kupu itu selama beberapa jam. Tampaklah kupu-kupu yang sedang berjuang mendorong tubuhnya melewati lubang kecil itu. Lalu kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Seolah ia telah berusaha semampunya untuk mencapai yang ia dapat. Ia tidak dapat melanjutkannya.

Kemudian, lelaki itu memutuskan untuk membantu si kupu-kupu. Ia mengambil sebuah gunting dan menggunting kepompong yang tersisa. Keluarlah kupu-kupu itu dengan mudah.

Tapi aneh. Kupu-kupu itu punya tubuh yang bengkak dan sayap yang kisut. Lelaki itu terus memandangi kupu-kupu itu. Ia berharap sayap-sayapnya membesar dan mengembang agar dapat mendukung tubuhnya.

Itu tidak terjadi. Sebaliknya kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak dengan tubuh yang besar dan sayap yang cacat. Kupu-kupu itu tidak pernah mampu terbang.

Dalam kebaikan dan ketergesaannya lelaki itu tidak mengerti bahwa kepompong yang kesulitan dan perjuangan yang dilakukan agar kupu-kupu dapat keluar dari lobang kecil itu adalah cara Tuhan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu masuk ke sayap-sayapnya, sehingga ia mampu terbang begitu keluar dari kepompong.

Kadang-kadang, perjuangan merupakan sesuatu yang kita perlukan dalam kehidupan. Apabila Tuhan mengizinkan kita menjalani hidup tanpa rintangan apapun, ia akan melumpuhkan kita. Kita tidak akan menjadi kuat seperti yang sebaliknya terjadi. Tidak hanya itu, kita tidak akan pernah bisa terbang.


Praveen verma (Mr. Positve versus Mr. Negative)

Hari ini Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari anda dan siangnya menyapa anda. Inilah hari anda.

Umur anda, mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup anda hanya hari ini, atau seakan-akan anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup anda tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, anda harus bertekad mempersempahkan kualitas shalat yang paling khusuk, bacaan Al-qur’an yang sarat tadabbur, zikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga serta perbuatan baik pada sesame.

Pada hari dimana anda hidup saat inilah sebaiknya anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan persembahkanlah sessuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepadaNya, bersiap-siap untuk perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu dan jabatan anda dengan penuh keridhoan.

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.


“Inti ajaran Marx adalah konsep “Dialektika Materialisme” yang substansinya bahwa kelahiran dan eksistensi manusia berorientasi –seluruhnya – pada materi. Kehendak manusia untuk memenuhi materinya itu seringkali “membabi buta” dan dalam pelaksanaannya menafikan nilai-nilai moral, konon lagi agama. Mereka menganggap bahwa manusialah yang menciptakan Tuhan, bukan sebaliknya – sebagaimana halnya Islam. Esensi manusia – menurut Marxisme – adalah mencapai materi yang mutlak.

Sesungguhnya – dua ideology besar – kapitalisme/borjuisme dan Marxisme – adalah sebuah filsafat yang nilai-nilai substantifnya sama – yakni sama-sama berorientasi pada “produksi”. Perbedaan keduanya hanyalah pada system. Sedangkan Islam adalah filsafat “petunjuk”.

Marxisme adalah ideology filsafat yang juga universal, meliputi manusia, masyarakat, ekonomi, politik dan sebagainya, sehingga membuatnya mudah menyebar ke seluruh dunia.

“Akhirnya Islam adalah garis “tengah” kebenaran, sedangkan konsep filsafat lain – kapitalisme dan marxisme adalah garis samping yang menyimpang dari garis lurus, tak masalah kiri atau kanan.

Ali Syariati (buku Humanisme : Antara Islam dan Mazhab Barat)

Kehidupan Baru

Saya terbangun oleh keganjilan pagi hari
Dengan kesadaran akan suatu kehidupan baru
Tercermin dalam mata pikiran saya
Dan bersinar pada jiwa saya yang baru lahir
Hari ini akan cemerlang dengan cahaya kehiupan
Karena saya mengendarai palang kesadaran baru
Jauh dari kegelapan kemarin
Sementara berfikir, mengapa perjalanan ini untuk saya?

Arahnya datang dari mana?
Di dalam? Tanpa? Sisi yang lain?
Sisi lainnya? Saya hanya dapat merasakan?
Bahwa suatu hari saya akan segera tahu.
(Praveen verma)

“Kau adalah apa yang kau fikirkan. Semua yang ada padamu muncul dari pikiran-pikiranmu. Dengan pikiran-pikiranmu, kau membuat duniamu”
(Budha)

Kekuatan Pikiran

Apakah anda tahu kalau para dokter saat ini yakin bahwa 75 persen penyakit di mulai dalam pikiran? Ya, jumlah itu sangat besar. Itu juga berarti 75 persen dari semua orang yang sakit dewasa ini disebabkan mereka tidak tau bagaimana menggunakan pikiran mereka. Para dokter bahkan akan memberitahu anda kalau sebagian besar rasa sakit dan penyakit disebabkan oleh stress, yang lahir dalam pikiran.

Para peneliti telah lama menyatakan kalau kita hanya menggunakan 10 persen dari pikiran kita. Dapatkah anda berfikir menjalani hidup dengan hanya membelanjakan 10 persen gaji? Dapatkah anda melakukannya? Tidak! Sekalipun begitu, anda menjalani hidup hanya menggunakan 10 persen pikiran anda. Sepuluh persen itu menciptakan 75 persen dari semua jenis penyakit karena anda tidak tahu cara menggunakan fikiran secara layak.

Sekarang bayangkan jika anda belajar menggunakan 90 persen pikiran dengan tepat, anda akan mendapati hasilnya sangat mengagumkan.

Pikiran merupakan kekuatan yang menakjubkan. Namun tak seorangpun pernah mengajarkan bagaimana memanfaatkan kekuatan itu. Sepanjang hidup, anda telah diajarkan cara melakukan segala sesuatu, tapi tidak seorangpun pernah menganjurkan bagaimana menggunakan fikiran. Gunakan fikiran anda hingga potensi sepenuhnya, dan itu akan cukup untuk menciptakan perubahan yang anda inginkan dalam hidup.

Praveen verma (Mr. Positve versus Mr. Negative)

“pikiran merupakan tempatnya sendiri, dan dalam dirinya sendiri ia dapat membuat surga menjadi neraka, neraka menjadi surga. Tak ada apapun yang dapat memberi anda kedamaian kecuali fikiran anda, jika anda menggunakannya dengan tepat”
(Milton)


Jika anda tidak dapat menjadi sebuah jalan raya, jadilah saja sebuah jalan kecil
Jika anda tidak dapat menjadi matahari, jadilah bintang
Bukanlah berdasarkan ukuran, bahwa anda menang atau gagal
Jadilah yang terbaik sesuai diri sendiri

Praveen verma (Mr. Positve versus Mr. Negative)