19 Februari 2008
Kupu - Kupu
Seorang lelaki menemukan kepompong kupu-kupu. Suatu hari, sebuah pembukaan kecil kelihatan. Lelaki ini duduk dan mengamati kupu-kupu itu selama beberapa jam. Tampaklah kupu-kupu yang sedang berjuang mendorong tubuhnya melewati lubang kecil itu. Lalu kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Seolah ia telah berusaha semampunya untuk mencapai yang ia dapat. Ia tidak dapat melanjutkannya.
Kemudian, lelaki itu memutuskan untuk membantu si kupu-kupu. Ia mengambil sebuah gunting dan menggunting kepompong yang tersisa. Keluarlah kupu-kupu itu dengan mudah.
Tapi aneh. Kupu-kupu itu punya tubuh yang bengkak dan sayap yang kisut. Lelaki itu terus memandangi kupu-kupu itu. Ia berharap sayap-sayapnya membesar dan mengembang agar dapat mendukung tubuhnya.
Itu tidak terjadi. Sebaliknya kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak dengan tubuh yang besar dan sayap yang cacat. Kupu-kupu itu tidak pernah mampu terbang.
Dalam kebaikan dan ketergesaannya lelaki itu tidak mengerti bahwa kepompong yang kesulitan dan perjuangan yang dilakukan agar kupu-kupu dapat keluar dari lobang kecil itu adalah cara Tuhan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu masuk ke sayap-sayapnya, sehingga ia mampu terbang begitu keluar dari kepompong.
Kadang-kadang, perjuangan merupakan sesuatu yang kita perlukan dalam kehidupan. Apabila Tuhan mengizinkan kita menjalani hidup tanpa rintangan apapun, ia akan melumpuhkan kita. Kita tidak akan menjadi kuat seperti yang sebaliknya terjadi. Tidak hanya itu, kita tidak akan pernah bisa terbang.
Praveen verma (Mr. Positve versus Mr. Negative)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar